Senin, 17 Desember 2012

Cara Unik Donor Sperma, Dengan Suster Cantik

Apakah anda tahu seperti apa pendonoran sperma di China? Maaf, dalam artikel kali ini, saya tidak bermaksud untuk mendukung pornografi atau porno aksi. Saya ingin berbagi pengetahuan saja.


Perlu anda ketahui bahwa donor sperma sudah menjadi bisnis yang manis di China. Hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat China yang tidak bisa menghasilkan "benih" yang kuat. Oleh karena itu, bisnis donor sperma ini menjadi marak di negara panda tersebut. Kompensasi yang diberikan kepada pendonor pun tidak sedikit, 300 Yuan! Bahkan secara diam-diam, banyak sekali dari kalangan pelajar yang menjadi pendonor sperma tersebut. Sebenarnya praktik donor sperma ini sudah dianggap ilegal di Eropa, khususnya di Inggris.




Tabung-tabung steril untuk menampung sperma

Sarung tangan steril yang sering digunakan oleh suster saat mengambil sperma dari pendonor

Proses pengambilan sperma dari sang pendonor

Sperma lalu disimpan dalam tabung pendingin.

Syarat untuk menjadi pendonor sperma sangatlah mudah. Mereka harus berusia 18 sampai 40 tahun dan menjalani screening terlebih dahulu agar tidak menularkan penyakit. Pendonor pun tidak punya tanggung jawab sosial maupun finansial terhadap anak biologis yang nantinya akan diasuh keluarga lain. Apabila si anak sudah berumur 18 tahun, dia berhak menelusuri identitas ayah biologisnya.

Praktek gila ini sudah banyak di beberapa negara lain. Biasanya, sebelum pendonor menjalani proses donor ini, mereka mendaftar lalu diajak ke ruang pribadi untuk menonton film biru atau berhubungan intim dengan pasangannya sebelum menampung sperma yang dihasilkan.

Di China, prosesnya lebih gila lagi. Di suatu klinik tertentu, mereka menyediakan wanita cantik dan sexy yang bertugas sebagai perawat. Perawat tersebut membantu pendonor demi kelancaran proses donor sperma. Hal tersebut dilakukan agar prosesnya bisa berlangsung cepat dan menjamin bahwa sperma yang dihasilkan benar-benar steril.

Bayangkan bila praktek gila ini terjadi di Indonesia...

0 komentar:

Poskan Komentar